Di Bawah Pagoda Leifeng

Pemeran utama wanita di dalam Legenda Ular Putih adalah siluman ular putih Bai Suzhen, terakhir, Bai Suzhen menenggelamkan Vihara Jinshan dengan kesaktiannya.

Bhiksu Fahai menaklukkan siluman ular putih, lalu ditahan di bawah Pagoda Leifeng.

Saya bertanya pada seorang siswa, “Di mana Bai Suzhen?”

Siswa menjawab, “Di bawah Pagoda Leifeng.”

Saya bertanya, “Di mana Bhiksu Fahai?”

Siswa menjawab, “????”

Saya berkata, “Tidak mungkin masih di Vihara Jinshan! Sekali lagi saya bertanya, di mana Bai Suzhen?

Siswa menjawab, “????”

(Petunjuk Mahaguru, Tiga Corak Dharma yang dibabarkan oleh Sang Buddha adalah anicca, anatman, dan nirvana. Mengapa kalian tidak mencari jawaban dari Tiga Corak Dharma ini, cerahi, ke mana perginya Bai Suzhen? Ke mana perginya Bhiksu Fahai?)

*

Nanyuexia ke-6, pewaris Dharma Guru Zen Xing Huajiang, Guru Zen Huiyong dari Nanyuan.

Bhiksu bertanya, “Bagaimana saat istana kuno direnovasi?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Memasukkan atap genteng aula.”

Bhiksu bertanya, “Segalanya agung dan sempurna.”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Menebas rumput, kepala ular jatuh.” (Lebih baik mencerahi kalimat ini)

Bhiksu bertanya, “Apa makna utama Buddhadharma?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Sumber penyakit berat yang tak terhingga.”

(Mahaguru Lu bersabda, tanya jawab ini, paling besar, paling menakjubkan, artinya sangat dalam tak terkira, jika bisa benar-benar memahami, petunjuk mulia ada di dalamnya)

Bhiksu bertanya, “Bagaimana kalau mohon bhiksu menyembuhkan?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Pengobatan di seluruh dunia mematuhi.”

(Mahaguru Lu bersabda, tangan jawab ini, paling baik paling aneh, dokter di seluruh dunia tidak mampu menyembuhkan, di sini saya bertanya, siapa yang dapat menyembuhkan? Cepat jawab! Cepat jawab! Ada hadiah untuk jawaban yang benar)

Bhiksu bertanya, “Bagaimana ketika kuda dan tombak tunggal datang?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Tunggu saja pentungan dari saya.”

Bhiksu bertanya, “Bagaimana nirvana tanpa wujud?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Di depan 3 titik, di belakang 3 titik.”

(Jika dijawab oleh Mahaguru Lu, buka mulut itu “salah”, tutup mulut itu “salah”. Mengapa saya mengatakan demikian, apakah siswa mulia mengerti?)

Bhiksu bertanya, “Nirvana tanpa wujud, mohon Guru buktikan.”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Tiga titik di depan, tiga titik di belakang.”

(Mahaguru Lu bersabda: biasa saja, biasa saja)

Bhiksu bertanya, “Bagaimana saat orang awam dan orang suci hidup bersama?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Dua anak kucing, satu garang.”

Bhiksu bertanya, “Bagaimana Pagoda Wufeng?”

Guru Zen Huiyong menjawab, “Delapan bunga, sembilan merekah.” (Mahaguru Lu bertanya: ke manakah Bai Suzhen pergi?)

Tidak ada komentar: