Saya Tidak Menyalahkan Kulapati Gunung-Gunung

Upasaka Bing-nan Li berkata, "Sheng-yen Lu dirasuk oleh Mara sesat, setelah prananya disedot, tidak diragukan lagi, 3 tahun lagi pasti mati!"

Bhiksu Huansheng berkata, "Sheng-yen Lu berbohong."

Upasaka Hui-jian Chen berkata, "Sheng-yen Lu disandera Mara!"

Master Xuanhua berkata, "Sheng-yen Lu kerasukan Mara, Mara tidak begitu besar, hanya Mara kecil saja!"

Tai Situ Rinpoche berkata, "Hanya bermimpi saja, bermimpi bertemu Buddha Sakyamuni! Buddha Sakyamuni sedari awal sudah mangkat!"
(Mengacu pada satu artikel tentang minum kopi bersama Sang Buddha)

Kulapati pertama berkata, "Bongkar altar mandala Sheng-yen Lu, Mara ini, tidak boleh dibiarkan pamer kekuatan."

Kulapati kedua berkata, "Tidak boleh baca buku Sheng-yen Lu."

Kulapati ketiga berkata, "Kumpulkan buku Sheng-yen Lu lalu bakar!"

Master Hsing Yun berkata, "Cabut serial Sheng-yen Lu!"

Menulis komentar, menerbitkan buku, diserang media, difitnah, tidak terhitung banyaknya......

Mara langit besar, Mara sesat, non Buddhisme, berbohong, penipu besar, buddha hidup palsu, sakit jiwa, dukun besar, kesaktian palsu, menipu uang, menipu wanita.....semua tuduhan ini dilemparkan pada diri saya.

*

Saya tidak bisa menyalahkan "kulapati gunung-gunung", hanya karena saya menuliskan pengalaman saya menjadi buku dan menerbitkannya.

Karena kalangan Agama Buddha tidak dapat memastikan "Buddha" atau "Mara"!

Di dalam rintangan belajar Agama Buddha, yang paling menakutkan adalah, Mara berubah menjadi Buddha, menuntun pandangan yang tidak benar, berusaha menuntun orang masuk jalan sesat, menuntun insan sama-sama masuk ke sarang Mara.

Sadhaka bertemu Mara berubah menjadi Yidam, mengira itu benar. Mara akan kontak batin dengan Anda, malah kontak batin yang menakjubkan.

Mara akan memperlihatkan kesaktian.

Mara akan mengajarkan Buddhadharma dan Sutra palsu.

Mara akan sembarangan memberikan vyakarana kepada sadhaka.

Pernah ada umat Buddha yang tekun, karena rintangan karmanya sangat berat, tidak memiliki kebijaksanaan, tidak mendalami ajaran dan doktrin para arya, lagipula tidak mampu menghentikan hasrat dari 5 nafsu.

Terakhir, tidak bisa membedakan antara Buddha dan Mara, seharian berputar mengikuti petunjuk Mara, berharap bertemu Buddha, Bodhisattva, sehingga Mara memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, menggoda sadhaka dengan ilusi dan persepsi.

Sadhaka percaya dan mengiranya benar, sejak itu jatuh ke alam Mara, kerasukan Mara, bahkan mengira diri sendiri berhasil.

Orang yang kerasukan mara, mengira diri sendiri berhasil, ada di mana-mana. (Ini adalah bencana Mara!)

Kulapati kalangan agama biasa, pada umumnya mengira Sheng-yen Lu benar-benar sadhaka yang berada dalam kondisi demikian.

Namun, kenyataannya:
Saya mendalami Sutra.
Memahami pandangan Madhyamika yang sangat dalam.
Dibimbing oleh Acarya yang memiliki silsilah sejati.
Ketika pemimpin spiritual Gelugpa, Y.M. Ganden Tripa bersama saya membahas argumentasi Agama Buddha seharian penuh, Y.M. Ganden Tripa memberikan saya jubah Dharmaraja dan berkata, "Hasil dari saling mengukuhkan satu sama lain, Sheng-yen Lu benar-benar dibimbing oleh Yidam, argumentasi sama sekali tidak menyimpang, mendalami doktrin, memiliki Bodhicitta, niat meninggalkan keduniawian, pandangan benar Madhyamika, bahkan dituntun oleh maha-kalyana-mitra, semua penglihatannya adalah benar, sungguh mengagumkan!" (Ganden Tripa dari Gelugpa ini adalah perwakilan Tsongkhapa ke-100)

Tidak ada komentar: